Friday, June 28, 2019

BAHASA INGGRIS BISNIS 2


Rani Aafiyah Khairunnisa/15115656/4ka23

1.      Simple Present Tense
Ø  I read one book every month.
Saya membaca satu buku setiap bulan
Ø  This sentences uses simple present tense because of the  verb 1 ‘read’ and they using adverb of time ‘every month’ it means the activities is routine.

2.      Present Continous Tense
Ø  They are playing basket ball right now.
Mereka sedang bermain bola basket sekarang
This sentence uses present continous tense because of v1+ing ‘playing’ and they using adverb of time ‘right now’ it means they are doing the activity now.

3.      Simple Past Tense
Ø  Rani won the live coding contest in his school five days ago
Rani memenangkan kontes live coding lima hari yang lalu
This sentence uses simple past tense because of verb 2 ‘won’ it means the activity already happen, and they using adverb of time ‘ 5 days ago’ to convince this sentence is simple past tense

4.      Simple Perfect tense
Ø  I have lived in Perumnas for 17 years
Saya telah tinggal di Permnas selama 17 tahun
This sentence uses present perfect tense because of have + v3 ‘ have lived’ it means that the writer still lived in perumnas until now.

5.      Simple Future
Ø  I’m going to check my plans for tomorrow
Saya akan mengecek jadwal saya untuk besok
This sentence uses future present tense because there is a word ‘ going to’ and there is adverb of time ‘tomorrow’.

6.      Past Continous tense
Ø  When I arrived Daniel was sleeping on the couch
Saat saya sampai, Daniel sedang tidur di sofa
This sentence uses the conjuction’when’. The first sentence using past tense because of the verb 2 ‘arrived’ and the second sentence using past continous (was+v1-ing) ‘was sleeping’.

7.      While toni was shopping at mall, his house was burning.
Saat toni berbelanja di mall, rumahnya sedang terbakar
This sentence uses the conjuction ‘while’. Both  sentence using past continous (was + v1-ing) ‘was shopping’ and the second sentence using ‘was burning’.

8.      When  I wash my clothes, my mom goes to work
ketika saya mencuci baju, ibu saya berangkat untuk bekerja
This sentence uses the conjuction when therefore the two tenses are used in he present tense ‘wash’ and ‘goes’.

9.      Daniel cooked the dinner last night
Daniel memasak makan malam tadi malam
This sentence uses simple past tense ‘cooked ‘ because of the adverb of time ‘last night’
I am eating donut at the moment.

10.  Aku makan donat sekarang
This sentence uses present continous tense because this sentence uses <to be + v-ing> ‘am +eating’ and the adverb of time is ‘ at the moment’.





Sunday, January 13, 2019

AUDIT SISTEM INFORMASI (TUGAS 4)

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
SERTIFIKASI IT

KELOMPOK 3

4KA23

      link materi : https://docs.google.com/document/d/1-kjo_-       Eh9rtQrf31lljuXLryZO_r2YsZmvbqURfret8/edit?usp=sharing

tulisan : framework audit IT

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
ISO 9001:2015

RANI AAFIYAH KHAIRUNNISA

4KA23


      Menurut Juliandarini (2013) Audit sistem informasi (Information Systems (IS) audit atau Information technology (IT) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur sistem informasi secara menyeluruh.Menurut Romney (2004) audit sistem informasi merupakan tinjauan pengendalian umum dan aplikasi untuk menilai pemenuhan kebijakan dan prosedur pengendalian internal serta keefektivitasannya untuk menjaga asset. Informasi merupakan bagian terpenting dalam suatu organisasi/bisnis, baik organisasi/bisnis kecil ataupun organisasi yang telah besar cakupannya.
      Karena besarnya peranan informasi tersebut,maka diperlukan audit pada sistem yang mengelola informasi tersebut, audit sistem informasi  adalah suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti audit untuk menentukan apakah sistem komputer perusahaan telah menggunakan asset sistem informasi secara tepat dan mampu mendukung pengamanan asset tersebut memelihara kebenaran dan integritas data dalam mencapai tujuan yang perusahaan secara efektif dan efisien.
     Terdapat beberapa contoh framework audit IT seperti Cobit, COSO, ITIL, CICA/CoCo, ISO dan masih banyak lagi, ISO sendiri pun kalau dijabarkan masih banyak lagi jenisnya, ada ISO 27001, ISO 19011:2011, ISO 9001:2015 dll. Namun diantara framework audit IT tersebut, saya memilih ISO 9001:2015 sebagai framework  sistem audit IT yang akan saya gunakan dan saya pelajari lebih lanjut. ISO 9001 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen mutu (SMM) Organisasi dari semua jenis dan ukuran.
Bagian spesifik dari standar berisi informasi tentang topik seperti:
·         Persyaratan untuk sistem manajemen mutu, termasuk informasi yang terdokumentasi, perencanaan dan penentuan interaksi proses
·         Tanggung jawab manajemen
·         Pengelolaan sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan lingkungan kerja organisasi
·         Realisasi produk, termasuk langkah-langkah dari desain hingga pengiriman

     Poin poin pada bagian spesifik inilah yang membuat saya tertarik untuk menggunakan ISO 9001 sebagai framework sistem audit IT yang akan saya gunakan jika saya menjadi auditor pada bagian spesifik ISO 9001 terdapat persyaratan untuk sistem manajemen mutu. Mutu atau kualitas dari suatu organisasi atau bisnis sangatlah penting  untuk di tetapkan sedari awal dan juga dijaga, baik itu perusahaan yangbergerak di bidang produksi maupun jasa.
    Salah satu factor yang menjadi penyebab kegagalan implementasi framework audit IT adalah sumber daya yang kurang terintegrasi. Pengelolaan sumber daya baik sumber daya manusia maupun lingkungan kerja juga menjadi salah satu bagian spesifik dari ISO 9001, hal tersebut merupakan poin yang bagus karena untuk meminimalisir kegagalan implementasi.



Referensi :


Sunday, December 2, 2018

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (TUGAS 3)


AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
PERBANDINGAN FRAMEWORK AUDIT INTERNAL

KELOMPOK 3

4KA23






 Berikut ini link untuk tugas 3 softskill (perbandingan framework audit internal) :











































































































Tuesday, October 16, 2018

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

    Tugas Kelompok :

   Makalah Kelompok 3 

    Tugas Individu :    

   Standar dan Panduan Audit Sistem Informasi
   Standar Audit Standar Audit SI tidak lepas dari standar professional seorang auditor SI. Standar professional adalah ukuran mutu pelaksanaan kegiatan profesi yang menjadi pedoman bagi para anggota profesi dalam menjalankan tanggung jawab profesinya. Standar profesional adalah batasan kemampuan (knowledge, technical skill and professional attitude) minimal yang harus dikuasai oleh seseorang individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang aturan-aturannya dibuat oleh organisasi profesi yang bersangkutan. Beberapa standar audit SI yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
·      ISACA : IT Standards, Guidelines, and Tools and Techniques for Audit and Assurance and Control        Professionals
·         IIA : International Professional Practices Framework / IPPF
·         IASII : Standar Audit Sistem Informasi
·         BI : Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank / SPFAIB
·         BPPT : Framework, Kode Etik & Standar, Pedoman Umum Audit Teknologi

1. ISACA
            ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi. ISACA telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia.

 2 . IIA COSO
            Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO telah menyusun suatu definisi umum untuk pengendalian, standar, dan kriteria internal yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai sistem pengendalian mereka. COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional: American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association(AAA), Financial Executives Institute (FEI), The Institute of Internal Auditors (IIA) danThe Institute of Management Accountants (IMA).

  3. ISO 1799ISO / IEC 17799: 2005 menetapkan pedoman dan prinsip umum untuk memulai, menerapkan, memelihara, dan memperbaiki manajemen keamanan informasi dalam sebuah organisasi. Tujuan yang diuraikan memberikan panduan umum mengenai tujuan umum manajemen keamanan informasi yang diterima secara umum. ISO / IEC 17799: 2005 berisi praktik terbaik pengendalian dan pengendalian pengendalian di bidang pengelolaan keamanan informasi berikut:  
        -     pengorganisasian keamanan informasi;   
       -  manajemen aset;     
       -  keamanan sumber daya manusia;     
       -    keamanan fisik dan lingkungan;     
       -    komunikasi dan manajemen operasi;    
       -   kontrol akses;       
       -   akuisisi sistem informasi, pengembangan dan pemeliharaan;     
       -   manajemen insiden keamanan informasi;   
       - manajemen kontinuitas bisnis;    
        -  pemenuhan


      Referensi :      http://ariyantihumala-ariyanti.blogspot.com/2017/10/standar-dan-panduan-untuk-audit-sistem.html
             http://bayutry.blogspot.com/2017/10/standar-dan-panduan-audit-sistem.html