Thursday, May 18, 2017



DEFINISI MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI
Image result for itsm

Manajemen Layanan Sistem Informasi atau IT Service Management (ITSM) adalah istilah umum untuk menggambarkan pendekatan untuk merancang, menghasilkan, mengelola dan meningkatkan penggunaan teknologi informasi yang digunakan dalam perusahaan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua proses, sumber daya manusia dan teknologi berada pada tempat/berjalan dengan benar sehingga organisasi dapat mencapai tujuan bisnisnya.
ITSM adalah proses layanan bisnis dengan fokus utama pada pelayanan terbaik kepada konsumen. ITSM dibuat untuk mengukur sebuah proses dengan memberikan sebuah solusi kepada konsumen daripada hal teknis seperti development. ITSM mengukur efisiensi operasional dalam memberikan solusi dan bagaimana mengelola sistem ini agar memenuhi harapan yang diinginkan.
MEMBANDINGKAN FRAMEWORK PADA ITSM
ITIL (Information Technology Infrastructure Library)
                         Image result for itil
Merupakan sebuah konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL menekankan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi dibagi menjadi 5 bagian
o        Service Strategy.
Memberikan panduan kepada pengimpelemntasi bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan IT), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy :
1.       Service Portofolio Management.
2.       Financial Management.
3.       Demand Management.

o        Service Design.
Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
1.       Service Catalog Management.
2.       Service Level Management.
3.       Supplier Management.
4.       Capacity Management.
5.       Availability Management.
6.       IT Service Continuity Management.
7.       Information Security Management

o        Service Transition.
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.       Transition Planning and Support.
2.       Change Management.
3.       Service Asset & Configuration Management.
4.       Release & Deployment Management.
5.       Service Validation.
6.       Evaluation.
7.       Knowledge Management.



o        Service Operation.
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.       Event Management.
2.       Incident Management.
3.       Problem Management.
4.       Request Fulfillment.
5.       Access Management.

o        Continual Service Improvement.
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA).
Business Information Services Library (BISL)
           Image result for bisl
    BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat.  BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)


    COBIT (Control Objective for Information and related Technology)

                                    
   Menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT. COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor. Cobit memiliki 4 cakupan proses :

v  Perencanaan dan organisasi (plan and organise).
v  Pengadaan dan implementasi (acquire and implement).
v  Pengantaran dan dukungan (deliver and support).
v  Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate).

Cobit Komponen :
Framework.
Process descriptions.
Control objectives.
Management guidelines.
Maturity models.


Perbandingan antara ITIL (Information Technology Infrastructure Library), Business Information Services Library (BISL) dan COBIT (Control Objective for Information and related Technology)
    Dari ketiga framework di atas, setiap frame work memiliki tujuan yang sama,yaitu, digunakan untuk mengelola infrastruktur teknologi dan informasi dalam suatu organisasi, dan bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengguna teknologi informasi.
    Pada ITIL (Information Technology Infrastructure library) Memberi deskripsi rinci  sebuah konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi, COBIT hanya memberikan panduan kendali dan tidak memberikan panduan implementasi operasional. Dan juga COBIT hanya berfokus pada kendali dan pengukuran, sedangkan Business Information Services Library (BISL)  ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat.
    BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)










Source :